Kamis, 21 Februari 2013

Kesehatan Reproduksi


MAKALAH
KESEHATAN REPRODUKSI
(Dimesi social wanita dan permasalahannya)









OLEH
MIRNAWATI







KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka kami boleh menyelesaikan sebuah makalah dengan tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Dimensi Sosial Wanita dan Permasalahannya", yang mmenurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari Dimensi Sosial Wanita dan permasalahannya.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.






Penulis









DAFTAR ISI























BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang
Secara biologis wanita dan pria memang tidak sama, akan tetapi sebagai makhluk jasmani dan rohani yang dilengkapi dengan akal budi, kedua macam insan itu mempunyai persamaan yang hakiki. Keduanya adalah pribadi yang mempunyai hak sama untuk berkembang.
Dalam masa transisi menuju kemasyarakat industrial terdapat perubahan system nilai. Hal ini erat hubungannya dengan pembangunan yang mendatangkan tekhnologi barat bersama dengan nasihat-nasihatnya. Dari tekhnologi barat ini manfaat yang diambil cukup besar, tetapi disamping itu terdapat pula dampaknya, berupa benturan-benturan antara kebudayaan tradisional dan barat.
Pertemuan antara kebudayaan secara mendadak itu menimbulkan permasalahan social yang erat hubungannya dengan moralitas. Partisipasi wanita dalam menangani masalah ini sangat diharapkan karena hal ini sesuai dengan ketentuan tentang peranan wanita dalam GBHN 1988. Ketentuan itu menerangkan bahwa peran wanita adalah mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat, sejahterah dan bahagia, termasuk pengembangan generasi muda, terutama anak dan remaja dalam rangka pembangunan wanita seutuhnya.

B.      Tujuan
Untuk mengetahui dimensi social wanita dalam berbagai masa kehidupan dan permasalahannya.








BAB II
PEMBAHASAN

A.      Dimensi  social wanita
Dimensi social wanita Adalah suatu fenomena gambaran yang terjadi pada saat sekarang ini. Kenyataannya adalah diskriminasi/ketidakadilan :
1.       Marginalisasi
a)      Peluang untuk menjadi pembantu rumah tangga lebih banyak diberikan kepada perempuan.
b)      Pemupukan dan pengendalian tekhnologi dilakukan oleh laki-laki
2.       Subordinasi
Yaitu keyakinan menetapkan kedudukan dan peran wanita lebih rendah daripada laki-laki.
3.       Pandangan steriotip
Penandaan yang sering bersifat negative secara umum selalu melahirkan ketidak adilan yang bersumber dari pandangan gender.
4.       Kekerasan terhadap perempuan
Berbagai serangan terhadap fisik maupun integritas mental, psikologis yang dialami oleh wanita.
5.       Beben kerja
Suatu bentuk diskriminasi dimana beban kerja harus dijalankan oleh salah satu jenis kelamin tertentu.
Contoh : pembantu rumah tangga banyak diberikan kepada perempuan.

B.      Status social wanita
1.       Pengertian
Status social wanita adalah kedudukan seorang wanita yang akan mempengaruhi bagaimana seorang wanita diperlakukan, bagaimana dia dihargai dan kegiatan apa yang boleh dilakukan.
2.       Factor yang mempengaruhi status wanita
a)      Rendahnya kedudukan wanita daripada pria
Wanita selalu berada di posisi nomor dua dibelakang pria. Terutama dibidang politik wanita ditolak untuk menduduki posisi kepemimpinan dan fungsi-fungsi kunci karena dianggap kurang mampu dan dilihat sebagai saingan pria.
b)      Rendahnya tingkat pendidikan wanita dibanding pria
                Umumnya anak laki-laki yang mendapat prioritas utama untuk memperoleh pendidikan yang tinggi untuk bekal menjadi kepala keluarga dan pencari nafkah yang baik. Sedangkan wanita kurang perlu mendapatkan pendidikan tinggi karena nantinya juga harus bertugas dirumah mengurus keluarga. Hal inilah yang mengakibatkan banyak wanita tetap terpuruk dalam kebodohan karena tingkat pendidikannya yang rendah
c)       Perlindungan hokum, hak dan kewajiban wanita serta peran ganda wanita sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah.
                Di masyarakat seorang wanita tidak boleh memiliki atau mewarisi hak milik, bila wanita dicerai maka dia tidak boleh merawat anak-anaknya lagi dan hak miliknya. Meskipun wanita punya hak secara hokum tetapi tradisi tidak akan mengizinkan untuk mengontrol hidupnya sendiri. Selain itu karena ekonomi keluarga yang kurang baik meningkatkan wanita untuk berperan ganda sebagai  ibu rumah tangga dan pencari nafkah.

3.       Dampak status social wanita
a)      Kehidupan social
1.       Kehidupan wanita terbelenggu
2.       Potensi wanita terpendam karena harus sering mengalah
3.       Wanita lebih terbealkang pada setiap strata social ekonomi
4.       Suara dan kepentingan wanita kurang terwakili
5.       Hak asasi tertekan
b)      Kesehatan
1.       Ancaman infeksi tinggi
2.       Perlindungan terhadap trauma dan kecelakaan rendah
3.       Kebutuhan bio, psiko, social dan cultural kurang perhatian
4.       Ancaman kesehatan rerduksi tinggi
5.       Akses pelayanankesehatan kurang
6.       Terlalu banyak anak atau sering melahirkan.
4.       Masalah yang berhubungan dengan status wanita
a)      Kedudukan wanita dimasyarakat yang rendah
                Peran laki-laki sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah serta wanita sebagai ibu rumah tangga, ternyata menempatkan wanita pada status yang kurang menguntungkan yang menyebabkan wanita lebih rendah daripada laki-laki.
b)      Wanita memperoleh perlakuan tidak layak
                Kaum wanita biasanya diperlakukan tidak sama dengan kaum pria. Kaum wanita biasanya mempunyai kekuasaan, sumber daya dan kedudukan yang lebih lemah baik dikeluarga atau dimasyarakat. Hal ini menyebabkan :
1.       Kaum wanita tidak mampu menjangkau pelayanan kesehatan dan informasi kesehatan yang penting.
2.       Kaum wanita banyak yang berpendidikan rendah dari kaum pria
3.       Kaum wanita banyak yang tidak mempunyai kendali atas hak menerima pelayanan kesehatan yang mendasar.

5.       usaha perbaikan status social wanita baik di keluarga maupun di masyarakat.
            Tatanan masyarakat bisa diubah menjadi pendorong kearah kesehatan yang lebih baik, bukan justru mendatangkan masalah kesehatan.
a)      Usaha perbaikan dilingkungan keluarga
1.       Memperbaiki derajat kesehatan dengan cara mempelajari masalah kesehatan wanita dan dengan merubah hidup dan lingkungan keluarga
2.       Bicarakan dengan pasangan hidup apa yang dibutuhkan oleh masing-masing pihak untuk memajukan derajat kesehatan yang lebih baik.
3.       Berusaha untuk memajukan kesehatan dan masa depan anak-anak
b)      Usaha perbaikan dan perubahan dilingkungan masyarakat
1.       Berbagi informasi : temukan cara untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan umum yang ada di masyarakat setempat, sehingga semua orang tau masalah tersebut,
2.       Bentuk suatu kelompok pendukung: kaum wanita yang menderita masalah yang sama seperti wanita korban pemerkosaan/pelecehan seksual .
3.       Berusaha menuju kemandirian: program yang bias membantu wanita mencari nafkah sendiri dan memperbaiki lingkungan kerja juga membantu wanita untuk membuat keputusan sendiri dan menumbuhkan harga diri.

C.      Peran wanita
1.       Pengertian
        Peran wanita adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi social yang diberikan kepada wanita . peran menerangkan pada apa yang harus dilakukan wanita dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan mereka sendiri dan harapan orang lain.
2.       Peran wanita dalam keluarga
a)      Sebagai istri dan pendamping suami
                Seorang wanita memiliki peran sebagai pendamping pria, bias mendampingi suami dalam situasi senang atau sedih disertai rasa kasih sayang, kecintaan dan kesetiaan pada patner hidupnya.
b)      Sebagai ibu dan pendidik anak-anak
                Setelah melahirkan wanita akan berperan sebagai ibu. Bila ibu tersebut mampu menciptakan iklim psikis yang gembira ,bahagia da bebas sehingga suasana rumah tangga menjadi semarak dan bias memberikan rasa aman, bebas, hangat ,menyenangkan serta penuh kasih sayang.
                Selain berperan sebagai ibu wanita juga berperan dalam mendidik dan menciptakan moralitas dan akhlak yang baik bagi anak-anaknya.
c)       Sebagai patner seks
                Tujuan berumah tangga adalah meneruskan keturunan dengan itu hubungan intim pasangan suami istri sudah menjadi satu kesatuan .
d)      Sebagai pengatur/pengelola rumah tangga
                Dalam pengurusan rumah tangga ini yang sangat penting ialah factor kemampuan membagi waktu dan tenaga untuk melakukan berbagai macam tugas pekerjaan dirumah tangga dari pagi sampai larut malam.
3.       Peran wanita dalam masyarakat
        Peran wanita dimasyarakat adalah segala kegiatan atau aktifitas yang dilakukan wanita diluar lingkungan rumah tangga. Tujuan agar wanita dapat ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan kemampuan yang dimilikinya.
        Peran wanita dalam pembangunan dimana wanita ikut serta mengsukseskan program nasional bidang :
a)      Program keluarga berencana
b)      Peningkatan kesehatan masyarakat
c)       Pendidikan kaum ibu dan kesejahteraan keluarga.
4.       Peran wanita dalam organisasi profesi
Selain berperan di keluarga dan masyarakat sudah banyak wanita yang berperan dalam organisasi profesi seperti pemberdayaan perempuan (KOMNAS PEREMPUAN) dan organisasi-organisasiyang bergerak di bidang wanita yang bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak kaum wanita.
5.       Factor-faktor yang mempengaruhi peran wanita
        Factor-faktor yang mempengaruhi peran wanita antara lain adalah keinginan wanita untuk memperoleh status di masyarakat dan keinginan wanita untuk menikah dan berkeluarga.
        Setiap wanita normal menginginkan hidup berkeluarga karena keluarga merupakan area peluang untuk memainkan fungsi-fungsi kewanitaannya.
6.       Dampak peran
        Dampak yang ditimbulkan dari peran wanita baik di keluarga maupun di masyarakat :
a)      Minimalnya waktu untuk privacy
1.       Kurangnya perawatan diri
2.       Kurangnya waktu untuk istrihat
3.       Kurangnya disiplin terhadap kebutuhan nutrisi
4.       Keterbatasan waktu menyebabkan wanita jarang makan dan kelelahan menjadikan wanita kurang makan.
b)      Ancaman kesehatan
                Wanita sering mengalami gangguan kesehatan tertentu karena pekerjaan mereka, karena kurang gizi, atau karena kelelahan. Penyakit bias menjadi ancaman berbahaya yang berbeda pada wanita dari pada pria. Misalnya wanita yang mengalami penyakit yang menyebabkan kecacatan /kelemahan biasanya ditolak oleh suami.
                Selain itu wanita mengalami resiko kesehatan setiap hari dari pekerjaannya. Dirumah ancaman penyakit paru karena asap dapur dan luka bakar dari memasak sangat mudah terjadi sehingga dianggap sebagai masalah kesehatan kerja utama bagi wanita.
                Penyakit menular melalui air juga sering terjadi karena wanita menghabiskan sebagian waktunya di air, mencuci pakaian, mengambil air. Berjuta wanita bekerja diluar rumah mengalami gangguan kesehatan karena lingkungan kerja yang tidak aman. Dan sewaktu pulang kerumah mereka harus mendapatkan beban kerja dobel ini mengakibatkan kelelahan dan meningkatkan resiko penyakit.
c)       Krisis psikologi
                Seperti tubuh wanita bias sehat atau tidak sehat, demikian juga dengan daya penalaran dan jiwa seorang wanita. Bila penalaran dan jiwa wanita sehat, maka ia mempunyai kekuatan emosional untuk merawat kebutuhan fisik dan keluarga, untuk menemukan masalah-masalahnya dan berusaha mengatasinya, merencanakan masa depan dan membina hubungan yang memuaskan dengan orang lain.
                Hamper setiap orang kadang-kadang mempunyai kesulitan untuk melakukannya. Tetapi bila kesulitan berlangsung terus dan menghambat kegiatan sehari-hari, maka ia akan menjadi tegang dan nervus sehingga ia tidak bisa merawat keluarganya dan mengalami gangguan kesehatan jiwa.
7.       Masalah yang berhubungan dengan peran wanita
a)      Stress (frustasi dalam peran)
                Kegiatan dan kejadian sehari-hari sering memberikan tekanan pada wanita sehingga menyebabkan ketegangan pada tubuh dan jiwanya. Bila seorang wanita mengalami tekanan yang bertubi-tubi setiap harinya dan dalam jangka waktu yang lama dia akan merasa kewalahan dan tidak bisa mengatasinya.
b)      Konflik peran (harapan-harapan peran yang tidak sesuai)
                Dibeberapa wilayah wanita dipaksa untuk berubah secara cepat karena perubahan dalam tingkat ekonomi atau karena konflik politik. Banyak perubahan-perubahan ini membutuhkan perubahan yang menyeluruh pada sendi-sendi keluarga dan masyarakat sehingga banyak wanita yang merasa harapan untuk peran yang dia inginkan tidak sesuai.
c)       Kurang memadainya keterampilan untuk memecahkan masalah
                Wanita sering tidak punya kesempatan khusus dalam kehidupan sehari-hari yang sangat sibuk untuk melakukan sesuatu bagi dirinya sendiri.

D.   Nilai wanita
                Nilai wanita adalah angka kepandaian, potensi atau mutu yang dimiliki oleh seorang wanita. Orang-orang banyak berbeda kecakapannya satu sama lain, kecakapan adalah fungsi pribadi, oleh karena itu wanita harus diberi persamaan kesempatan untuk mewujudkan potensi-potensi mereka dan penilaian kecakapan mereka tidak boleh didasarkan atas prakarsa kelamin.





BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan

Dimensi social wanita Adalah suatu fenomena gambaran yang terjadi pada saat sekarang ini. Kenyataannya adalah diskriminasi/ketidakadilan  seperti : Marginalisasi, Subordinasi, Pandangan Steriotip, Kekerasan terhadap perempuan, beban kerja.
Status social wanita adalah kedudukan seorang wanita yang akan mempengaruhi bagaimana seorang wanita diperlakukan, bagaimana dia dihargai dan kegiatan apa yang boleh dilakukan.
Factor-faktor yang mempengaruhi status wanita seperti Rendahnya kedudukan wanita dari pria, Rendahnya tingkat pendidikan wanita dibanding pria, perlindungan hokum dan kewajibanwanita serta peran ganda wanita sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah.
Peran wanita adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi social yang diberikan kepada wanita . peran menerangkan pada apa yang harus dilakukan wanita dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan mereka sendiri dan harapan orang lain.
Nilai wanita adalah angka kepandaian, potensi atau mutu yang dimiliki oleh seorang wanita.
               
B.      Saran








DAFTAR PUSTAKA

-intenieta.blogspot.com/2012/07/makalah-dimensi-sosial-wanita-
-bedebe-bukandukunbayi.blogspot.com/2012/06/dimensi-sosial-wanita-dalam-kesehatan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar